Saturday, 13 December 2014

PANTAI BANYU TIBO PACITAN

PANTAI BANYU TIBO PACITAN  






Bicara tentang pantai, biasanya yang terbayang di benak kita adalah landscape luas dengan bentangan pasir, debur ombak, batu-batu karang dan lambaian pohon kelapa. Dan itu pula yang biasanya selalu menjadikan daya tarik dari sebuah pantai.
Tetapi di Pacitan atau lebih tepatnya lagi di Desa Widoro Kecamatan Donorojo, ada sebuah pesona lain yang layak dinikmati bagi penggemar wisata pantai maupun penggiat wisata alam lainnya, yaitu sebuah air terjun. Penduduk setempat menyebutnya “Banyu Tibo” atau dalam bahasa Indonesianya artinya “air terjun”. 

Jika cuma air terjun biasa mungkin tidaklah sebegitu menarik, tetapi  ada yang membuat Banyu Tibo menjadi sangat menarik, yaitu air terjun ini terletak tepat berada di tepi bibir pantai.


Air terjun ini berasal dari sebuah sungai kecil yang  jernih dan tidak pernah kering walaupun di musim kemarau. Aliran air inilah yang berakhir dengan terjun dan menyatu dengan debur ombak laut selatan disebuah teluk kecil yg dikelilingi batu karang.

Berbagai aktivitas bisa dilakukan pengunjung di pantai ini. Yang hobby mancing bisa mencoba spot mancing disekitar  area pantai ini. Karena pinggir pantai didominasi tebing-tebing karang, teknik rock fishing yang banyak dipakai oleh mancing mania.

Pengunjung pun sebenarnya bisa turun ke area pasir dan mandi di air terjun, tetapi tentunya butuh keberanian dan harus menunggu waktu air laut sedang surut. Untuk turun ke lokasi pasir harus melalui tebing-tebing karang jadi dibutuhkan keahlian panjat tebing atau lebih aman lagi pakai alat semacam tangga ataupun tali.


Bagaimana rute menuju ke Pantai Banyu Tibo?
Jalur termudah menuju Pantai Banyu Tibo adalah melalui jalur ke Goa Gong. Dari jalan utama Pacitan – Solo, tepatnya di pertigaan dekat Masjid Besar Punung (jika dari Pacitan setelah Pasar Punung). Dari pertigaan ini jika dari arah Pacitan belok kiri, sampai ketemu pertigaan lagi ambil kanan, ikuti terus jalan aspal jalur Goa Gong. Setelah sampai kompleks Goa Gong, terus ambil jalan jurusan Kalak (ada papan penunjuk arah). Sampai di perempatan Balai Desa Kalak, ambil kiri setelah melewati Pasar Kalak ketemu pertigaan, ambil jalan yang kanan arah desa Widoro. Ikuti terus jalan ini sampai ketemu petunjuk informasi  di depan bak besar penampungan air yang mengarahkan ke Pantai Banyu Tibo. Dari petunjuk arah ini selanjutnya melewati jalan yang sudah dirabat dua jalur. Jika bertemu pertigaan, ambil jalan yang kanan, ikuti terus jalan ini maka akan sampai Pantai Banyu Tibo. Mobil sebenarnya bisa masuk sampai tepi pantai ini, tetapi agak susah karena beberapa meter dari pantai, jalan rabatnya Cuma satu jalur.




Karena pantai ini belum dikelola sebagai pantai wisata, maka jangan berharap ada fasilitas yang selayaknya ada di pantai wisata seperti toilet maupun warung, jadi jangan lupa untuk bawa bekal. Disana hanya ada shelter nelayan yang bisa dimanfaatkan untuk berteduh. 


Tapi percayalah, dengan segala keterbatasannya itu Pantai Banyu Tibo justru menunjukkan kealamiannya, dan layak dijadikan salah satu tujuan wisata anda di Kabupaten Pacitan.






Thursday, 11 December 2014

PULAU SAMALONA MAKASAR SULAWESI SELATAN



PULAU SAMALONA MAKASAR SULAWESI SELATAN




Nusantara mempunyai beribu-ribu pulau yang indah. Pulau-pulau tersebut berderet dari Sabang hingga Merauke dalam kesatuan negara Republik Indonesia. Salah satu pulau terindah yang dimiliki Indonesia adalah Pulau Samalona. Pulau tersebut berada dalam wilayah Indonesia timur, tepatnya di kawasan administrasi pemerintahan Kota Makassar, Sulawesi Selatan.





Samalona merupakan sebuah pulau kecil yang letaknya berada di dekat kota Makassar, Sulawesi Selatan. Di sana, ada pantai berpasir putih dan lautan yang biru jernih, namanya pantai Samalona.
Pantai ini memiliki pemandangan yang sangat indah. Selain dapat membuat Anda terpesona, suasananya juga dijamin dapat melepas kepenatan.
Siapapun yang pertama kali menginjakkan kaki di tempat ini pasti akan langsung merasa kagum melihat keindahan Samalona. Jika aktifitas Anda selama ini sibuk dan penat dengan keramaian kota, tempat ini bisa menjadi pilihan liburan yang tepat.
Selama ini Makasar identik dengan wisata Pantai Losari. Namun, pantai ini cukup ramai dan keindahannya mulai kurang alami karena banyaknya wisatawan yang berkunjung ke sana. Menurut orang asli Makassar, Samalona adalah pantai yang paling indah di Makassar yang keindahannya melebihi Losari.
Untuk menuju ke Pantai Samalona, Anda bisa melakukan perjalanan dari dermaga di dekat Losari yang memakan waktu sekitar 40 menit. Anda juga bisa memulai perjalanan dari dermaga dekat Benteng Fort Rotterdam menggunakan kapal. Di sini, kemampuan Anda bernegosiasi akan diuji supaya memperoleh harga sewa yang murah. Biasanya perjalanan pulang pergi menggunakan kapal biayanya Rp 350 ribu.
Sekilas, Pulau Samalona hampir sama dengan Pulau Pari yang ada di Kepulauan Seribu. Bedanya, di Samalona terdapat lebih banyak bulu babi sehingga Anda harus ekstra hati-hati ketika menginjakkan kaki di perairan pantainya yang dangkal. Selain, itu air di pantai ini juga jauh lebih jernih dan bersih dibandingkan dengan Pulau Pari.
Sajian utama di Pulau Samalona adalah keindahan dunia bawah laut. Saat menyelam, Anda dapat bertemu dengan terumbu karang yang cantik dan ikan laut berwarna-warni, serta kuda laut. Airnya yang jernih pun, menambah kelokan dunia bawah lautnya.
Keindahan akan tampak lebih eksotis jika di pagi hari jika melakukan aktifitas penyelaman, penyelaman di pagi hari ini Anda akan disuguhi dengan pemandangan ikan-ikan berenang kesana-kemari bermain di antara terumbu-terumbu karang di laut.

Coba saja Anda bayangkan, di dalam air di laut lepas yang berwarna biru, garis-garis cahaya matahari terlihat jelas menyusup masuk ke dalam air. Ikan dengan berbagai corak warna bermain-main menyelinap keluar masuk terumbu karang, seakan menggoda kita untuk ikut bermain.

Dengan sesekali mengejar sekumpulan ikan untuk diikuti dan melihat ritmenya, Anda akan merasa takjub sekaligus merasa lemah, lemah karena kesunyian dalam laut.
Puas menyelam, saatnya bersantai di pantainya. sambil menikmati sinar matahari pagi. Pantai di Pulau Samalon memiliki pasir putih dan sangat bersih.
Saat senja, Anda dapat menikmati tenggelamnya matahari yang sungguh menawan. Dengan pemandangan laut lepas yang luas dan tidak ramai oleh orang-orang atau toko-toko, akan membuat Anda nyaman untuk menikmati sang mentari yang perlahan tenggelam.
Untuk menuju Pulau Samalona, pengunjung harus menempuh jarak sekitar 2 km dengan menggunakan perahu motor. Jasa sewa perahu motor bisa ditemukan di dermaga Kota Makassar yang letaknya tidak jauh dari Pantai Losari. Lalu lintas di dermaga tersebut selalu sibuk. Pasalnya, dermaga ini tidak hanya melayani wisatawan yang ingin berkunjung ke pulau, tapi juga melayani lalu-lintas warga dan para pedagang. Anda bisa menyewa kapal seharga Rp 450.000 untuk mengelilingi Pulau Samalona dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Lautnya sungguh biru dan indah, jadi siapkan kamera untuk merekam momen terbaik Anda di pulau ini.
Harga sewa perahu motor bervariasi, tergantung tujuan dan sifat penyewaan. Terdapat dua sifat penyewaan perahu motor, yakni bersifat pribadi atau umum. Yang dimaksud pribadi di sini perahu motor disewa secara penuh dan akan menemani wisatawan sampai kunjungan selesai. Harga sewa perahu secara pribadi menuju Pulau Samalona berkisar Rp500.000 – akan lebih murah jika pengunjung pandai menawar harga. Sedangkan jika bersifat umum, wisatawan akan bergabung dengan penumpang lain yang satu tujuan dan kembali sesuai dengan jam yang sudah ditentukan. Tentu dengan harga sewa yang berbeda.
Dari dermaga Kota Makassar, perjalanan menuju Pulau Samalona dengan menggunakan perahu motor memerlukan waktu sekitar 30 menit. Ketika tiba di Pulau Samalona, pengunjung akan disambut hamparan pasir putih dan air laut yang jernih. Saking jernihnya, pengunjung dapat melihat indahnya terumbu karang langsung dari atas perahu.



Luas Pulau Samalona semakin menyusut dari tahun ke tahun. Di penghujung 2012, luas pulau ini hanya sekitar 2 hektare. Walau kecil, pulau ini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang wisata, seperti penginapan, kamar bilas, dan kedai. Jika pengunjung ingin melihat keindahan bawah laut, juga tersedia jasa sewa alat-alat diving dan snorkeling lengkap dengan pemandu jika diinginkan. Harga sewa alat-alat snorkeling Rp50.000-Rp100.000, tergantung kepandaian pengunjung dalam menawar harga.
Jika berkunjung ke pantai Samalona, sebaiknya Anda menghabiskan banyak waktu di tepi pantai yang berpasir putih. Berburu foto di pantai ini juga bisa menjadi aktivitas yang mengasyikkan.
Berbicara mengenai fasilitas, di sini Anda bisa menemukan mushola, toilet, saung, dan rumah makan. Selain itu bagi yang ingin menginap, di sini juga terdapat homestay dengan fasilitas yang memadai.
Pamandangan bawah laut Pulau Samalona terkenal hingga penjuru dunia. Tidak heran jika setiap hari selalu ada wisatawan baik lokal maupun asing yang menyempatkan diri untuk datang ke pulau ini. Jika bosan bermain air, silakan merapat ke kedai. Di kedai ini, tersedia olahan masakan khas daerah pesisir, seperti ikan dan kepiting bakar.

Pulau Samalona merupakan kekayaan milik nusantara yang harus dijaga dan dilestarikan. Jangan sampai promosi wisata yang sedang digencarkan justru semakin merusak kealamian pulau ini. Apalagi banyak yang percaya bahwa Pulau Samalona yang luasnya selalu menyusut dari tahun ke tahun ini diyakini akan tenggelam di tahun 2020



Wednesday, 10 December 2014

Pantai Hunimua/Liang, Maluku Tengah

Pantai Hunimua/Liang, Maluku Tengah




Pantai Hunimua atau dikenal juga dengan nama Pantai Liang, karena letaknya di desa Liang. Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku kira-kira 2 jam dari kota Ambon walaupun banyak menemui jalan berkelol namun aspal jalannya sudah bagus. Pantai Liang / Hunamia ini merupakan salah satu obyek wisata kebanggaan masyarakat Maluku, pada tahun 1990 patai ini pernah dinobatkan sebagai pantai terindah versi UNDP – United Nations Development Programme, meski saat ini keindahannya mungkin sudah digeser oleh pantai-pantai lain namun berkunjung ke Pantai Hunimua, Liang ini akan selalu menggoreskan kesan dan pengalaman tersendiri. Anda akan menemukan dermaga kayu sederhana yang menambah lengkap suasana pantai, banyak yang berloncatan dari sini untuk terjun ke perairan, Daya tarik pantai ini tentu airnya yang jernih kebiruan, pantai dengan pasir putih sepanjang 1 km ini dikelilingi pepohonan hijau yang kontras dipandang mata namun menyegarkan, pemandangan ini tentunya bisa menjadi pemuas hobi fotografi anda karena setiap sudut wilayah pantai sayang bila tidak diabadikan dalam kamera andalan anda, selain itu tidak mungkin anda tidak tergoda untuk berenang atau sekedar bermain air begitu sesampainya di pantai ini. Pantai Hunimua ini amat ramai bila musim liburan tiba, kunjungan yang pas adalah ketika ombak tidak terlalu besar, kisaran bulan April-Mei atau September-Oktober setiap tahunnya. 

Pesona pantai di Liang ini sempat menjadi incaran investor asing untuk membangun resort demi menggenjot potensi pariwisata pantai ini, namun rencana tersebut urung menjadi nyata karena adanya penolakkan dari penduduk setempat, meski begitu pantai cantik ini tetap membawa keuntungan bagi warga yang tinggal disekitarnya. Untuk mencapai kawasan ini memang bisa dibilang tidak begitu sulit apalagi sejak beropersinya Bus Trans Amboina yang tarifnya juga terjangkau, namun bila anda punya dana untuk menyewa kendaraan, mungkin akan lebih nyaman.Untuk penginapan sendiri tersedia di kawasan obyek wisata terdekat dari Pantai Hunimua yakni Pantai Natsepa karena di Liang sendiri belum ada penginapan, bisa saja anda mndirikan tenda, namun harus minta ijin pihak terkait juga penduduk setempat. Disekitar kawasan pantai anda akan menemui banyak kios sederhana yang menjual makanan serta minuman, jangan lupa untuk ikut menjaga kebersihan pantai selama anda berkunjung ke pantai ini
  
Informasi Umum
1. Ongkos masuk ke area wisata Pantai Hunimua perkepala dikenakan biaya Rp 3000,
2. Warga di sekitar Pantai Hunimua adalah orang-orang yang ramah, mereka murah senyum kepada para pengunjung yang datang,
3. Jajanan di sini beragam mulai dari snack seperti biskuit dan coklat, air minum Aqua, dan macam-macam panganan lokal seperti singkong goreng, pisang goreng, dan jagung rebus. Bahan bakar yang digunakan memasak panganan ada yang masih menggunakan kompor alam alias memanfaatkan ranting-ranting kayu kering yang dijadikan sumber api untuk sekedar menggoreng, selain hemat bahan bakar cara ini ternyata dapat menamabah cita rasa dan aroma dari gorengan yang dihasilkan,

Fasilitas Pendukung
4. Lokasi jalan masuk ke Pantai Hunimua sudah diperbaharui ini mempermudah akses masuk ke areal wisata, sedangkan untuk lokasi perparkiran juga sudah mulai ditata,
5. Fasilitas bermain untuk anak beberapa masih layak guna, namun kurang terawat, terlihat dari catnya yang sudah memudar karena dipenuhi debu dan lumut,
6. Fasilitas umum seperti Toilet dan Kamar Mandi sudah tersedia, namun air bersih untuk dipergunakan di toilet dan kamar mandi masih belum ada, biasanya warga sekitar membawa air dalam jirigen ukuran 5 liter untuk dipakai oleh pengunjung yang ingin menggunakan toilet ataupun kamar mandi, 1 jirigen air dipatok harga Rp 3000, dan untuk membersihkan tubuh 1 orang dewasa dengan air bersih membutuhkan sekitar 4 – 5 jirigen tergantung kapasitas pemakaian airnya seperti apa,
7. Walang/Rumah berteduh yang di bangun permanen oleh pemerintah daerah beberapa diantaranya dalam kondisi masih layak pakai,
8. Fasilitas umum seperti toliet dan kamar mandi beberapa diantaranya dalam kondisi tidak layak pakai/rusak(tidak memiliki atap penutup di bagian atas, pintu masuk kamar mandi/kamar ganti hanya di gunakan sekat dari kayu yang di buat seperti pintu terali, hal ini membuat pengunjung kurang nyaman untuk menggunakannya karena takut di intip,
9. Tidak ada penginapan layak huni di areal wisata pantai Hunimua untuk wisatawan yang berkunjung kesini terutama untuk yang ingin menetap dalam kurun waktu yang cukup lama,

Kebersihan 
10. Untuk melihat Dasar laut pesisir pantai Hunimua, team Maluku Online menggunakan peralatan diving seadanya, titik observasi awal dimulai dari batas terluar pantai yang berdekatan dengan pelabuhan ferry Hunimua dengan jarak observasi sampai dengan radius 200 meter ke arah yang berlawanan, kedalaman berkisar 4 – 5 meter di bawah permukaan air laut, jarak pandang normal hingga mencapai 5 meter karena ditembusi cahaya matahari dan pantulan yang ditimbulkan oleh pasir di bawah permukaan air, team menemukan banyak sekali sampah-sampah plastik botol-botol minuman beer, dan kain-kain baju yang terbenam.

11. Siang hari biasanya ditemukan banyak sekali sampah-sampah plastik bertebaran
Berdasarkan temuan di lapangan, secara umum untuk panorama pesisir pantai Hunimua memang sangat indah untuk dinikmati mata apalagi saat cuaca cerah, langit yang biru, gumpalan awan putih yang terlihat lembut, dan air laut yang jernih serta perahu-perahu yang digunakan untuk berkeliling di atas air oleh pengunjung, di tambah lagi panganan lokal yang memanjakan lidah, ini merupakan keunikan tersendiri yang ditawarkan oleh wisata pantai Hunimua, namun dari segi fasilitas pendukung lokasi wisata, jelas masih sangat minim selain itu perawatan fasilitas-fasilitas yang sudah tersedia kurang diperhatikan.

Pemerintah daerah ingin menjadikan Maluku sebagai daerah tujuan wisata, untuk mewujudkannya tentu ini membutuhkan keterlibatan dan kerjasama semua pihak baik pemerintah maupun warga untuk benar-benar di dorong dalam membangun pencitraan baik nasional maupun internasional bahwa lokasi wisata ini benar-benar layak dikunjungi dengan cara membangun fasilitas-fasilitas umum pendukung sesuai standar untuk sebuah tempat wisata, juga meningkatkan kesadaran warga sekitar untuk memiliki rasa tanggungjawab dalam menciptakan kondisi yang nyaman bagi setiap wisatwan yang berkunjung. Pantai Hunimua memiliki potensi pariwisata yang sangat menjanjikan untuk menghasilkan devisa bagi daerah, oleh karena itu sudah saatnya pemerintah menaruh perhatian khusus terhadap lokasi-lokasi wisata yang ada di Maluku dan salah satunya adalah Pantai Hunimua.





Tuesday, 9 December 2014

MASSELIN BAG


MASSELIN BAG
SLLT8
Rp 259.900

Super Deco (2)






Super Deco (2)

Rp. 225.000





PANTAI ORA MALUKU (PULAU SERAM)

PANTAI ORA MALUKU (PULAU SERAM)





Ora beach atau pantai Ora terletak di Pulau Seram, Maluku Tengah. Inilah surga dunia. Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk mendapatkan suasana yang damai dengan pemandangan alam (khususnya pantai) yang sangat indah.
Pantai Ora memang sangat menawarkan keindahan alam yang tiada duanya, satu lagi bukti untuk para wisatawan diluar sana bahwa indonesia mempunyai pantai yang indah.
Ini salah satu bukti bahwa Indonesia sangat kaya dengan keindahan alamnya jika mau dijaga dengan baik. Bagi para wisatawan, di pantai ini telah disediakan resort-resort yang berdiri di atas pantai dengan air yang sangat jernih. Resort-resort disini berbentuk rumah panggung dengan material kayu sehingga menimbulkan suasana nyaman untuk bersantai menghilangkan penat atau beban pikiran. Tempat ini sangat memanjakan pengunjungnya yang ingin mencari ketenangan pikiran.
Selain itu, pemandangan alamnya juga tak kalah jika dibandingkan dengan pantai Lanikai Oahu di Hawaii atau Pulau Maladewa. Setidaknya kita tidak harus jauh-jauh pergi ke luar negeri karena ternyata Indonesia pun punya keindahan serupa.

Yang menjadi tugas kita adalah tetap menjaga keindahan alamnya agar tidak pudar oleh karena tangan-tangan jahil yang tidak bertanggungjawab. Di pantai ora ini, tumbuhan karang-karang dan hewan-hewan lautnya masih berjumlah banyak dan masih terawat dengan baik, mungkin karena tempat ini belum terlalu terekspos sehingga belum banyak yang datang dan merusak.
Negeri ini bersebelahan dengan Saleman. Bisa ditempuh melalui laut dari Saleman atau dari Jalan Trans Seram. Penginapan berlokasi di antara permukiman penduduk yang hampir 40 persen di antaranya membangun rumah di atas laut. Penginapan ini pun dibangun di atas laut dengan terumbu karang dan ikan karang beraneka warna menghiasi dasar laut.


Muhammad Ali, pemilik penginapan, mengatakan, selain snorkle, pengunjung juga bisa melintasi Sungai Salawai untuk melihat proses pembuatan sagu, pengambilan buah kelapa, atau melihat beragam jenis burung di muara sungai di Teluk Sulaiman.
Wisatawan juga bisa trekking melintasi hutan yang masih lestari di balik Negeri Sawai, menuju Pusat Pendidikan dan Rehabilitasi Satwa di Dusun Masihulan, Sawai, tempat melihat penangkaran burung kakaktua seram dan nuri seram. Jangan lupa melihat gua, air terjun, atau menghabiskan malam di pondok, di tengah hutan, yang sengaja dibangun oleh Ali.


Kegiatan-kegiatan ini bisa menyedot wisatawan sampai 500 orang setiap tahun. Mayoritas turis asing dari Belanda, Amerika Serikat, dan Jepang. Bahkan, tahun ini, sudah 20 grup turis dari sejumlah negara yang pesan temmpat. Setiap grup berjumlah sedikitnya 10 orang
Aktivitas pariwisata di Teluk Sulaeman, persisnya di Saleman dan Sawai ini, sebetulnya sudah dirintis sejak pertengahan 1990. Namun, saat mencapai puncak kejayaan, industri ini meredup, bahkan mati total akibat kerusuhan Maluku pada 1999.


Pantai Ora terletak di Desa Saleman tepatnya di Maluku Tengah. Ora Beach Resort merupakan satu-satunya penginapan yang berdiri tepat di atas air perairan Pantai Ora. Istimewanya dari resort ini adalah latar belakang cottage yang merupakan Perbukitan Taman Nasional Manusela. Perpaduan cottage kayu yang berdiri di atas air jernih berwarna hijau kebiruan dan latar belakang perbukitan hijau menjadikan pemandangan di Pantai Ora begitu fantastis. Kami pun menyediakan paket wisata bagi para Travellist yang ingin menikmati keindahan Pantai Ora.

Transportasi
Untuk menuju Pantai Ora, dari Bandara Patimura Ambon, pertama-tama kita menuju ke Pelabuhan Tulehu. Kita bisa menggunakan angkutan umum atau taksi, waktu perjalanan sekitar satu jam dengan harga sesuai tarif atau negosiasi.

Setelah sampai di Pelabuhan Tulehu, kita lanjut menuju Pelabuhan Amahi, Maluku Tengah, menggunakan kapal cepat dengan tarif Rp150.000 untuk VIP dan Rp 92.000 untuk ekonomi. Waktu perjalanan yang dibutuhkan untuk sampai ke Pelabuhan Amahi adalah sekitar 2 jam.
Setelah itu dilanjutkan dengan perjalanan menuju Desa Sawai yang dapat ditempuh dengan angkutan umum dan membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk sampai di sana. Kemudian dari Desa Sawai menuju Pantai Ora, hanya diperlukan waktu 10 menit untuk menyeberang dengan kapal motor, dan tibalah kita di Pantai Ora.

Kita dapat menggunakan alternatif lain untuk menuju Pantai Ora, yaitu dengan cara menyewa mobil dari Bandara Patimura Ambon dan langsung menuju ke Desa Sawai dengan perjalanan melewati Kabupaten Seram dan Kabupaten Maluku Tengah. Tetapi sebaiknya kita melakukan negosiasi terlebih dahulu karena perjalanan menuju Desa Sawai cukup jauh dan membutuhkan waktu sekitar 1 hari 1 malam.

Aktifitas Diving & Snorkling
Selain menikmati pemandangan pantai dengan pasir putih dan laut biru yang indah. Salah satu kegiatan yang wajib dilakukan lainnya adalah menyelam dan melihat keindahan bawah laut Pantai Ora yang begitu menakjubkan.
Kita tidak perlu terlalu dalam menyelam, hanya sekitar 2-3 meter menyelam kita sudah dapat melihat keindahan berbagai macam terumbu karang. Kita juga disambut dengan ikan-ikan kecil yang berenang ke sana ke mari. Tetapi bila ingin melakukan snorkling, sebaiknya jangan dilakukan diperairan yang dangkal untuk mencegah agar kita tidak merusak koral, karena banyak terdapat koral di perairan dangkal Pantai Ora.

Melintasi Sungai Salawai
 Kita juga dapat berjalan-jalan dan melintasi Sunga Salawai. Sambil melintasi Sungai Salawai kita dapat menyaksikan bagaimana proses pembuatan sagu dan pengambilan buah kelapa. Saat tiba di muara sungai Teluk Sulaiman, kita dapat melihat berbagai jenis macam burung yang ada di sana.

Mengelilingi Taman Nasional Manusela
 Tepat di belakang cottage Ora Beach Resort, kita dapat melihat Perbukitan Taman Nasional Manusela yang menjadi latar belakang pemandangan di resort tersebut. Mengelilingi Taman Nasional Manusela juga dapat dijadikan salah satu kegiatan santai lainnya yang bisa dilakukan di pagi hari. Kita bisa menggunakan kapal bermotor maupun kapal nelayan sekitar untuk melihat dan menikmati pemandangan sambil berkeliling disekitar Taman Nasional Manusela.

Trekking Hutan
Selain menikmati segala kegiatan di pantai, kita juga dapat mencoba trekking dan melihat keasrian hutan di negeri Sawai. Tidak hanya sekedar menyusuri hutan, tapi juga bisa mengunjungi sebuah pusat pendidikan dan rehabilitasi satwa.
Letaknya di Dusun Masihulan. Terdapat penangkaran burung Kakatua dan burung Nuri yang bisa disaksikan oleh wisatawan. Selain itu juga bisa melanjutkan perjalanan ke sebuah air terjun dan gua yang terletak di tengah hutan. Di sana ada sebuah pondok yang dibangun oleh warga sekitar agar pengunjung dapat beristirahat.
Walaupun perjalanan terkesan jauh dan melelahkan, tetapi semua akan terbayar saat tiba di sana dan menikmati keindahan alam yang bagaikan Surga Duniawi di Pantai Ora. Yang tentunya dapat memberikan pengalaman indah tersendiri untuk setiap wisatawan.






Monday, 8 December 2014

Pulau Noko Selayar Bawean

Pulau Noko Selayar Bawean




Pulau-Noko-Selayar-Bawean.jpg
Semut di lautan nampak, tapi gajah di depan mata tidak nampak. Mungkin peribahasa yang satu ini sangat cocok dengan saya. Gimana enggak, udah pernah ke bali dan lombok yang pantainya bagus, tapi belum pernah mengetahui keindahan Pulau Bawean yang notabene berada di kawasan Gresik, hehehe.

Mungkin dalam beberapa waktu mendatang saya harus menyiapkan trip untuk ke tempat yang satu ini. Bukan apa-apa, meskipun masih masuk dalam kawasan Gresik, Pulau Bawean memiliki kultur budaya yang jauh dengan Gresik sendiri. Dari masalah bahasa hingga yang paling jelas adalah kondisi ekonomi.

Penduduk Bawean sendiri kebanyakan hijrah ke tempat lain, terutama para laki-lakinya. Tak heran jika pulau ini sering disebut sebagai Pulau Bidadari. Selain karena di dalamnya memiliki populasi wanita yang tinggi, juga karena kecantikan pemandangannya.



Lalu, bagaimana untuk menuju ke Bawean? Gampang. Pertama tentu saja harus menuju ke Surabaya terlebih dahulu. Selanjutnya, dari Surabaya bisa dilanjut ke Gresik, bisa menggunakan bus ataupun angkutan umum, jadi nggak akan menemukan kesulitan dah untuk sarana transportasi. Namun, sayangnya, jalanan antara Gresik - Surabaya kerap macet, baik di jalan tol ataupun non tol, apalagi di musim hujan. Tapi catatan ya, nggak ada komuter atau kereta api lokal untuk menuju gresik, :D nggak ada stasiun di Gresik soalnya.

Selanjutnya, untuk menuju ke Bawean, harus menggunakan saran transportasi kapal yang ada di Pelabuhan Gresik. Sayangnya, mengenai jadwal keberangkatan kapal, saya masih kurang tahu. Yang pasti, seperti halnya di pelabuhan lain, di sini juga tersedia kapal feri serta kapal cepat.

Jadi, paling tidak ada beberapa pulau yang bisa dikunjungi di Bawean, selain pulau Bawean sendiri tentunya. Pulau - pulau tersebut antara lain adalah Pulau Gili, Pulau Selayar, Pulau Gili-Noko dan Pulau Noko-Selayar.

Dermaga-Bawean.jpg

Pulau Gili merupakan sebuah pulau berpenghuni. Sayangnya, pulau ini masih belum memiliki sambungan listrik. Sementara itu, Pulau Gili-Noko merupakan sebuah pulau kecil yang tidak berpenduduk. Pulau Gili-Noko ini juga merupakan sebuah hamparan pasir putih yang akan tertutup pada saat air laut tengah pasang. Bahkan kalau air tengah surut, menurut sebuah sumber yang saya baca, kita bahkan bisa berjalan kaki dari Pulau Bawean ke pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya.

terumbu-karang-34.jpg

Nah, untuk pemandangan yang paling bagus, katanya beradadi Pulau Noko-Selayar. Sama halnya seperti Pulau Gili-Noko, pulau Noko Selayar ini juga merupakan pulau tak berpenghuni dan memiliki ukuran lebih besar dibandingkan pulau Gili-Noko.

Pulau-Gili-Noko.jpg

Di sini, kita bisa menyaksikan pemandangan pantai diselingi dengan burung camar. Selain itu, spot di pulau ini juga sangat cocok untuk dijadikan sebagai tempat snorkeling. Terlebih ombak yang ada di pantai ini juga kecil, jadi nggak akan menyulitkan bagi wisatawan yang ingin berenang atau snorkeling.

Burung-Camar-Pulau-Noko-Selayar.jpg

Lagi-lagi, sayangnya di Bawean, kita nggak akan menemukan tempat yang menyewakan peralatan snorkeling. Jadi, kalau ingin snorkeling, harus membawa peralatan sendiri. Sedangkan untuk Pulau Selayar sendiri juga menawarkan pemandangan yang tak kalah indah dibandingkan pulau lain di sebelahnya.

Pulau-Noko-Selayar.jpg

Selain pantai, Bawean juga memiliki tempat wisata lainnya, pertama adalah Danau Kastoba. Danau yang satu ini tentunya sudah tidak terlalu asing di telinga. Tempat ini pun kerap dijadikan sebagai lokasi berlibur bagi masyarakat sekitar. Air di danau ini pun cukup jernih, dan banyak yang menyempatkan diri untuk berenang. Udara di sekitar danau juga cukup bersih dengan pepohonan yang rindang.

PICT5760.JPG

Pulau Bawean juga terkenal dengan hewan endemiknya, yakni Rusa Bawean. Di pulau ini terdapat lokasi penangkaran Rusa Bawean yang bertempat di Beto Gebang Pudakit Barat, Kecamatan Sangkapura. Sayangnya, jalanan menuju lokasi penangkaran ini sangat sulit. Selain tidak ada angkutan umum, kondisi jalan juga tidak bagus, bahkan bisa dibilang jelek. Terlebih setelah memasuki area hutan, karena jalanan tidak diaspal.

IMG_4873.jpg

Sayangnya, secara keseluruhan pemerintah Gresik sendiri kurang memberikan perhatian baik pada potensi wisata yang ada di Pulau Bawean dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Tak heran banyak pemuda asal Bawean yang memilih untuk hijrah ke tempat lain. Hmm.. semoga saja tempat wisata di Bawean bisa berkembang dan tetap terjaga keasriannya.




Pulau ini luasnya ± 6000 m2, dikelilingi oleh taman laut atau bunga karang dan ikan hias aneka warna dengan pesona keindahan alam bawah laut yang tiada taranya.
Banyak penyelam mengatakan bahwa pesona laut di Pukau Noko Selayar ini sangat indah. Untuk menuju Pulau Noko Selayar ini bisa dijangkau dengan speed boot atau perahu motor sekitar 20 menit dari Pulau Bawean.

Pulau Bawean memiliki sejuta panorama yang layak untuk dikunjungi. Meski infrastrukturnya kurang memadai, namun keindahan Pulau Bawean hukumnya wajib bagi pecinta travelling nusantara. Sebut saja Pulau Noko, yang keindahan pantainya mampu menyaingi Gili Trawangan, NTB.

PANTAI NOKO berada di gugusan kepulauan, di Pulau Bawean. Jarak antara Pulau Noko dengan Bawean bisa ditempuh perjalanan selama 30 menit menggunakan perahu tempel. Karena cukup dekat, bagi mereka yang mengeksplor keindahan Pulau Noko dan pantai pasir putihnya, bisa menginap di Pulau Bawean. Maklum, di Pulau Noko hingga kini belum ada penginapan apalagi hotel. Seperti halnya keindahan Pantai
Panorama alamnya juga akan memanjakan setiap mata wisatawan yang datang ke lokasi itu, dan mungkin anda akan bergumam bagai surga yang tersembunyi di balik Pulau Jawa, sebab keindahan alamnya tidak akan tertandingi dengan daerah lain.

Dikatakannya, selain Pantai Noko ada beberapa objek wisata yang bisa dikunjungi di Pulau Bawean, seperti Pantai Labuhan dan Mayangkara yang terletak di lapangan terbang Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak.